Friday, 3 May 2013

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI



KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
      
       1. Definisi Komunikasi dalam Organisasi 

Telah diutarakan bahwa komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari suatu pihak kepada pihak lain untuk mendapatkan saling perngertian. Jadi, yang dimaksud dengan komunikasi dalam organisasi adalah suatu proses penyampain informasi,  ide-ide, di antara para anggota organisasi secara timbal –balik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi dalam organisasi pada dasarnya merupakan suatu kegiatan intern di dalam organisasi. Akan tetapi perlu diketahui bahwa dalam praktek, kegiatan komunikasi dalam organisasi itu dapat melampaui batas-batas organisasi itu sendiri. Publikasi-publikasi yang sebenarnya besifat khusus dan terbatas untuk anggota organisasi sering mendapat perhatian dari publik (orang-orang di luar organisasi). 


2.   Jenis Proses Komunikasi Organisasi  
       
       A.     Komunikasi Vertikal

Bentuk jaringan komunikasi vertikal terdiri atas vertikal dari atas (upward) dan dari bawah (downward). Dalam komunikasi vertikal, pesan bergerak sepanjang saluran vertikal melalui dua arah, dari atas dan dari bawah.

Apabila kita menganalogikan dengan air terjun dan air muncrat maka air terjun akan mengalir dari atas dan mengalir ke bawah menjangkau wilayah yang sangat luas, sedangkan air yang muncrat dari bawah akan naik sebatas kemampuannya dan turun lagi secara sporadis tidak teratur. 

  • Komunikasi Vertikal dari Bawah 
Diibaratkan dengan air yang muncrat ke atas melambangkan sautu sistem komunikasi yang relatif lebih terbuka. Sistem ini memungkinkan struktur bawah lebih berpatisipasi terhadap organisasi terhadap leluasa. Misalnya dapat menerima, menampung bahkan mengolah dan mengambil keputusan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Model jaringan komunikasi formal seperti itu diwakili oleh konsep desentralisasi organisasi . 
  • Komunikasi Vertikal dari Atas
Menunjukkan bahwa para pimpinan lebih banyak mengalirkan infromasi ke bawah melalui saluran komunikasi formal dengan kekuatan dan kekuasaan serta kewenangan yang sangat besar untuk menjangkau banyak orang. Sebaliknya para pekerja dari bawah dengan saluran yang sama akan mengalami kesukaran mencapai banyak orang yang berada di atas. Model pendekatan ini lebih mekanistik, sang pemimpin bertindak otoriter hingga keputusan berada pada tangan pimpinan puncak. Model jaringan komunikasi formal seperti itu diwakili oleh konsep dekonsentrasi organisasi.   

B. Komunikasi Horisontal 

Pola komunikasi horisontal biasa dilakukan di antara anggota yang berada pada strata hierarki yang sama. Kesamaan itu disebabkan oleh karena mereka mempunyai kedudukan, wewenang yang setara. Prinsip komunikasi yang horisontal mengandalkan solidaritas atau kesejawatan, bentuk komunikasi yang demikian sering disebut pola komunikasi yang bersifat lateral.
Operasi komunikasi horisontal biasa berbentuk formal dan juga informal, yang berhubungan dengan masalah kedinasan maupun privat. Banyak manajer yang hendak mencapai sukses selalu mengandalkan atau menggunakan komunikasi horisontal.


C. Komunikasi Diagonal atau Silang

Komunikasi diagonal biasa dilakukan di antara dua orang atau lebih yang berbeda strata dan berbeda sumber struktur. Komunikas seperti ini, yang dari kepustakaan lain, disebut komunikasi infromal dilakukan karena ada hubungan kerja fungsional. 

   3. Implikasi Manajerial
 
Adalah suatu perencanaan Manajerial yang ditujukan untuk membangun organisasi yang lebih matang ke depannya. Kemudian semakin terasa manfaat dan kepentingannya bagi anggota-anggota yang terlibat dalam organisasi tersebut dan juga orang-orang yang tidak terlibat dalam organisasi. Suatu implikasi manajerial memang sangat penting untuk dijalankan pada setiap organisasi yang beredar di lingkungan masyarakat, kerana bisa dijadikan sebagai bahan penelitian dan masukan supaya bisa menentukan apa yang akan dijalankan pada sebuah organisasi untuk kedepannya. Dan juga untuk membangun manajerial yang lebih profesional atau lebih kuat ke depannya.  


DAFTAR PUSTAKA : 

DR. ALO, LILIWERI, 1997,  SOSIOLOGI ORGANISASI, PT. CITRA ADITYA BAKTI, BANDUNG.

DRS. IG, WURSANTO, 2002,  DASAR-DASAR ILMU ORGANISASI, ANDI YOGYAKARTA, YOGYAKARTA.
  
   

No comments:

Post a Comment

Post a Comment